Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam, Sahabat Nabi yang Tangguh

Radea

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam, Sahabat Nabi yang Tangguh
Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam, Sahabat Nabi yang Tangguh

radea.co – Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam merupakan salah satu kisah sahabat Nabi yang paling menjadi teladan. Ia dikenal dengan sikapnya yang sangat ramah, sehingga tidak heran jika ia memiliki banyak teman. 

Baca juga : 10 Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Dijamin Masuk Surga

Seluruh umat sangat menjunjung tinggi dan menghormati Rasulullah SAW. Cerita-cerita tentang persahabatan mereka sudah banyak diceritakan. Kisah yang sangat menarik datang dari seorang pengawal dan sahabat setia Rasulullah SAW. Ia bernama Zubair bin Awwam.

Dibandingkan dengan para sahabat Nabi lainnya, mungkin nama Zubair masih sedikit asing oleh beberapa orang dibandingkan dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab atau Ali bin Abi Thalib. Namun, beliau juga memiliki sikap yang sangat mulia dan patut menjadi panutan bagi umat manusia.

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam dan Kehidupannya

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam dan Kehidupannya

Beliau lahir pada tahun 594 Hijriah. Abu Abdullah Zubayr bin al-Awwam bin Khuwaylid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusay merupakan nama diberikan oleh orang tuanya ketika lahir. Ayahnya merupakan saudara Aisyah RA dan ibunya bernama Shafiyyah bin Abdul Muthalib.

Dengan demikian, Zubair tetap memiliki hubungan keluarga dengan Rasulullah SAW. Ayahnya meninggal ketika dia masih muda, jadi dia harus tumbuh bersama ibunya di panti asuhan. Tidak heran jika sosoknya berkembang menjadi tangguh dan pemberani.

Perjalanan Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam Memeluk Islam

Perjalanan Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam Memeluk Islam

Beliau masuk Islam pada usia 15 tahun di Mekkah melalui Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hal itu memicu reaksi kekerasan dari kaum Quraisy sehingga mereka semua mengutuk agamanya, bahkan di dalam keluarganya.

Hingga suatu ketika salah satu paman Zubair marah ketika mendengar kabar bahwa beliau telah masuk Islam. Dia menghukum Zubair dengan menggulingkan dan membakarnya di atas tikar. Selain itu, sang paman memaksanya untuk kembali ke agama leluhurnya.

Tapi percuma saja, Zubair tidak bergerak. Keyakinan dan keteguhannya tetap membawa dirinya untuk memeluk Islam. Beliau berkata dengan tegas bahwa dia tidak akan selamanya kembali kepada kekafiran. Dalam kisah Az-Zubair bin Al-Awwam, ia menjadi generasi muslim pertama di keluarganya. 

Bersamaan dengan terpilihnya khalifah setelah Umar RA, Zubair menjadi salah satu anggota Syura. Zubair banyak membantu Nabi Muhammad dalam membela Islam. Ia juga berjuang tanpa rasa takut dan tetap teguh pada keyakinannya. 

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam sebagai Pedagang Kaya yang Dermawan

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam

Beliau yang tumbuh menjadi sosok pemberani dan dijuluki Hawari Rasulallah. Ia juga dikenal sebagai pengusaha sukses dalam kesehariannya. Dengan kekayaan melimpah tidak menjadikannya sosok serakah. Justru salah satu sahabat Nabi ini menjadi lebih dermawan dan rajin bersedekah.

Dengan ketulusan hatinya, hampir seluruh harta kepemilikannya dibagikan kepada orang miskin. Bahkan dia tidak meninggalkan sepeserpun untuk dirinya sendiri. Dalam kisah Az-Zubair bin Al-Awwam, Ka’ab bersaksi atas kedermawanan beliau.

Ia mengatakan bahwa beliau memiliki 1000 bidang tanah berasal dari pertempuran dan tidak ada satu dirham pun yang masuk dinikmatinya sendiri. Melainkan semuanya disumbangkan untuk amal dan memberikan seluruh kekayaannya.

Kemurahan hati ini tidak pernah membuatnya khawatir dan takut akan kemiskinan. Kegemarannya bersedekah berdasarkan atas keyakinannya untuk mencurahkan jiwa dan hartanya di jalan Allah SWT. a telah mendapatkan menggambarkan akhlak mulia beliau yang derm

Sebagai umat muslim yang baik, kitawan. Kegemarannya dalam memberi hadiah atau sedekah membuat kita terpacu untuk berbagi sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Seorang pengusaha sukses, kekayaan beliau sebagian besar berupa tanah dan rumah.

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam juga dilansir Qultum Media. Beberapa harta kepemilikannya adalah hamparan padang pasir, rumah besar di Madinah, rumah Basra, rumah di Kuffa dan rumah Mesir. Sebelum meninggal sebagai syahid, beliau telah tekun menyisihkan uang agar hutang-hutangnya terpenuhi.

Ketika dia meninggal, sebagian dari tanah yang dia miliki pertama-tama digunakan untuk membayar hutangnya dan sisanya kemudian dibagikan. Sepertiga dari sisa hartanya dibagikan kepada anak cucunya dan dua pertiga kepada ahli warisnya.

Pada saat dia meninggal, warisan dan wasiatnya termasuk yang harta waris sebesar 38 juta 4 ratus ribu dirham dan harta wasiat sebesar 19 juta 2 ratus ribu dirham. Total yang ditinggalkan adalah sebesar 57 juta 6 ratus ribu dirham.

Jika dikonversikan ke dalam rupiah, total harta peninggalan Zubair adalah sebesar 3 triliun 5 ratus 43 miliar 724 juta 800 ribu rupiah. Tidak heran jika dikisahkan ia merupakan seorang pedagang kaya raya yang gemar bersedekah.

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam di Akhir Hayat

Kisah Az-Zubair bin Al-Awwam

Beliau wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 36 Hijriah. Ia tutup usia di umur sekitar 66 atau 67 tahun. Ia wafat dibunuh dalam Perang Yamal oleh Amr bin Jurmuz. Zubair meninggal saat melaksanakan shalat ketika sedang meninggalkan medan perang. 

Perang Yamal sendiri merupakan puncak dari ketidaksepakatan para mitra disebabkan oleh perbedaan pendapat para sahabat atas hukuman atas kematian Utsman bin Affan.

Karena dalam pertempuran ini orang bersaing satu sama lain. Ketika perselisihan mencuat di antara para sahabat tersebut, Zubair dan juga Thalhah berada di pihak yang berbeda pendapat dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Also Read

Bagikan:

Tinggalkan komentar