Cara Investasi Saham bagi Pemula

Diposting pada
Twibbon Hari PramukaBingkai Foto Hari Pramuka
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI

Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI
Hari Pramuka ke 60 tahun 2021
PASANG TWIBBON INI

 

Anda tertarik untuk invesasi saham, namun anda belum memliki pengalaman maupun pengetahuan seputar Investasi Saham. Berikut beberapa hal yang perlu anda ketahui untuk melakukan investasi saham.

Tentu sebelum anda menginvestasikan uang anda dalam saham, anda perlu tahu dulu apa itu saham!

Saham adalah salah satu instrumen investasi.

Saham adalah bukti kepemilikan nilai sebuah perusahaan atau bukti penyertaan modal. Pemilik saham juga memiliki hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.

Dengan memegang saham, maka individu maupun badan bisa mengeklaim kepemilikan pada suatu perusahaan terbuka. Artinya, pemegang saham berapa pun jumlah lembar yang dimilikinya berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Cara investasi saham bagi pemula secara online

Jangan hanya taruh dana investasimu di satu portofolio saham. Untuk bisa memulai investasi saham, ada langkah-langkah yang harus kamu tempuh. Berikut ini langkah-langkah dalam cara investasi saham.

  • Pilih perusahaan sekuritas
  • Sertakan dokumen yang disyaratkan
  • Setor dana ke RDN
  • Unduh aplikasi untuk beli saham
  • Transaksi saham
  • Settlement

1. Pilih perusahaan sekuritas

Cara investasi saham dimulai dengan memilih perusahaan sekuritas untuk membuka rekening efek dan rekening dana nasabah (RDN).

Rekening efek atau rekening saham digunakan untuk menyimpan saham yang kamu miliki. Sementara itu, RDN digunakan sebagai rekening untuk menyimpan uang yang ditransaksikan untuk jual beli saham.

RDN dikelola bank dan sejauh ini ada 16 bank yang telah bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Pilihlah perusahaan sekuritas yang memiliki kinerja baik. Tapi ingat, kamu harus perhatikan perusahaan sekuritas tersebut sudah diawasi oleh OJK atau belum. 

2. Sertakan dokumen yang disyaratkan

Langkah kedua dalam cara investasi saham adalah mempersiapkan dokumen. Agar rekening saham jadi, kamu harus menyertakan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Apa saja?

  • KTP
  • NPWP
  • Fotokopi Buku Tabungan
  • Materai 6 ribu 

Berkas-berkas ini harus dikirimkan beserta formulir pendaftaran ke kantor perusahaan sekuritas. Setelah itu, permohonan RDN dan rekening efekmu akan diproses.

3. Setor dana ke RDN

Langkah ketiga dalam cara investasi saham adalah menyetor dana ke Rekening Dana Nasabah (RDN) yang memiliki Single Investor Identification (SID).

Setelah rekening jadi, kamu diharuskan untuk memasukkan dana. Dana itulah yang kemudian nanti kamu gunakan untuk membeli saham. 

4. Unduh aplikasi untuk beli saham

Langkah selanjutnya dalam cara investasi saham adalah unduh dan pasang aplikasi untuk beli saham di smartphone ataupun desktop.

Kamu bisa mengunduh aplikasi trading saham yang tersedia di Google Play Store atau Apple Store. Semua sekuritas pasti memiliki aplikasi ini yang memudahkan nasabahnya untuk membeli dan menjual saham. 

5. Transaksi saham

Perlu dicatat, pasar saham hanya melayani pembelian dan penjualan dari hari Senin-Jumat. Untuk sesi I berlangsung pada pukul 09.00 hingga 12.00.

Sementara itu sesi II berlangsung pada pukul 13.30 hingga 16.00, hanya saja ketika hari Jum’at dimulai pukul 14.00.

Baca Juga  10 Broker Forex Terbaik dan Terpercaya

Jumlah minimal saham yang kamu beli adalah 1 lot atau 100 lembar. Jadi seandainya harga saham itu adalah Rp300 perak per lembar, uang yang kamu gunakan untuk membelinya adalah Rp300 x 100 = Rp 30 ribu (belum termasuk biaya transaksi sekuritas)

Ada beberapa istilah yang harus kamu ketahui seputar transaksi saham. Istilah ini bakal kamu temukan di aplikasi trading saham.

a. Buy dan sell

Jelas sekali, menu ini kamu gunakan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham. Baik menjual atau membeli, kamu akan diminta memasukkan jumlah lot yang ingin kamu jual serta harganya.

Jika kamu ingin membeli di harga di bawah harga pasaran saat itu, masukkan saja nominal harganya di kolom. Begitu pula jika kamu ingin menjualnya di harga pasaran.

Ketika ada investor lain yang membeli atau menjual saham incaranmu dengan harga yang kamu masukkan, maka saham itu langsung masuk ke dalam portofoliomu.  

b. Bid dan Offer

Dalam transaksi saham ada istilah bid dan offer. Kedua tulisan ini terlihat tepat di bawah harga saham dari perusahaan, dan bentuknya seperti kolom.

Transaksi saham memang mirip dengan transaksi di pasar. Harga pasarannya tertera di atas, namun banyak penjual yang menetapkan harga tinggi, dan pembeli yang ingin menawar dengan harga murah.

Jika kamu memang ingin menunggu dan membeli di harga murah, harga penawaranmu akan masuk kolom bid. Sementara itu jika ingin langsung dapat sahamnya, beli saja dengan harga yang tertera di kolom offer.

6. Settlement

Penyelesaian transaksi di bursa adalah T+2. Apa maksudnya?

Artinya adalah ketika kamu menjual saham, dalam dua hari setelah transaksi berlangsung, pihak sekuritas akan mentransfer uangnya ke RDN. Jika uang sudah ada di RDN maka bisa ditarik ke rekening pribadi.

Strategi dan tips investasi saham untuk pemula

Berikut ini beberapa tips dan strategi bagi kamu yang baru pertama kali berinvestasi saham.

  • Sebelum investasi uang, investasikan waktumu dulu
  • Mulailah dari nominal terkecil dan dicicil
  • Mulai dari reksa dana atau saham blue chip?
  • Jadikan investasi jangka panjang
  • Lebih baik investasi saja atau trading?
  • Lakukan diversifikasi saham

1. Sebelum investasi uang, investasikan waktumu dulu

Salah satu kesalahan terbesar seorang investor pemula adalah langsung terjun ke dunia saham tanpa memahami terlebih dulu dasar-dasar dan esensi investasi saham. Ada banyak istilah yang saham yang sekilas tampak membingungkan. 

Belajarlah otodidak dari mana saja. Bisa dengan membeli buku-buku tentang investasi saham yang ditulis oleh para ahli atau bergabung dengan komunitas (grup di media sosial) yang khusus berdiskusi tentang saham. 

Membeli saham suatu perusahaan berarti kamu sudah memiliki perusahaan tersebut secara nyata, tidak lagi hanya dalam angan-angan. 

Saat akan berinvestasi, informasi memiliki peran yang sangat penting. Informasi bisa menjadi dasar-dasar membuat keputusan akankah saham dibeli atau dijual. Untuk itu, carilah informasi di tempat yang valid. Hindari membeli atau menjual saham hanya karna rumor atau opini orang lain.

Bursa Efek Indonesia memberikan akses informasi perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa secara cuma-cuma untuk masyarakat. 

Bahkan, untuk kamu pemula yang sama sekali belum memiliki saham pun tetap bisa mengaksesnya. Informasi yang berasal dari BEI merupakan informasi resmi yang dirilis perusahaan.

2. Mulailah dari nominal terkecil dan dicicil

Banyak pemula yang yang panik saat baru pertama kali berinvestasi saham. Pasalnya, mereka berharap keuntungan yang sebesar-besarnya, tetapi begitu harga saham jatuh, mereka panik dan menjual saham mereka yang harganya minus.

Baca Juga  Cara Membuat Tabungan Emas di Pegadaian, Mudah dan Praktis

Sebut saja ketika modal investasimu adalah Rp100 juta. Saat portofolio sahammu naik 1 persen, modal investasimu akan naik sebesar Rp1 juta. 

Akan tetapi, risikonya juga cukup besar. Ketika portofolio saham minus 1 persen, minusnya juga Rp1 juta.

Karena itu, momen di mana stock market crash terjadi dijadikan momen oleh para investor besar untuk membeli beberapa saham dengan asumsi, mumpung harga saham lagi diskon

Jadi, gak ada salahnya untuk memulai membeli saham dari nominal terkecil. Sebab saham tersebut memiliki kemungkinan meningkat beberapa saat kemudian.

3. Mulai dari reksa dana atau saham blue chip?

Apabila terlalu sulit memilih saham, kamu bisa mengandalkan reksa dana saham yang dikelola manajer investasi. 

Manajer investasi akan memberikan rekomendasi portofolio Top 10 Saham. Kamu bisa mempelajari laporan bulanan dari tiap-tiap saham tersebut. Perhatikan bagian statistik kinerja bulanannya.

Untuk investasi jangka panjang, kamu bisa mengandalkan saham blue chip. Saham blue-chip merupakan saham dari perusahaan dengan kualitas dan kinerja terbaik yang dijual di bursa.

Jenis saham ini memberikan stabilitas keuntungan yang cukup menjanjikan dan dianggap paling aman. 

Misalnya, Bank BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), dan Bank BRI (BBRI). Ketiga perusahaan tersebut merupakan saham blue chip yang direkomendasikan untuk pemula.

Baik reksa dana saham maupun saham blue chip, kamu bisa mengandalkan kedua jenis saham tersebut saat baru menginjakkan kaki di dunia investasi saham.

4. Jadikan investasi jangka panjang

Hal yang lumrah apabila saat kamu memulai investasi berharap bahwa investasi tersebut cepat menghasilkan untung. 

Ambisi ingin segera memiliki keuntungan yang maksimal dalam jangka waktu pendek sangat manusiawi. Namun, kamu harus memahami pula bahwa tidak ada hasil maksimal yang instan.

Dalam menjalankan bisnis, tentu dibutuhkan proses yang panjang dan waktu yang cukup panjang. Sebab investasi saham dikenal sebagai instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi, sering kali nilai saham mengalami fluktuasi tinggi dalam jangka waktu pendek. Sekalipun begitu, tetap saja investasi ini cukup menjanjikan dalam jangka waktu panjang.

5. Lebih baik investasi saja atau trading?

Sekalipun keduanya sama-sama aktif dalam bertransaksi jual beli saham, investor ataupun trader memiliki tujuan yang berbeda.

Investor membeli saham untuk selanjutnya disimpan dalam jangka waktu lama dan bertujuan untuk mencapai capital gain berlipat ganda. 

Sementara trader atau orang yang melakukan trading biasanya memanfaatkan fluktuasi harga saham dalam jangka waktu pendek untuk melakukan profit taking.

Menjadi seorang trader memiliki risiko yang besar. Memang dalam satu hari trader mampu meraup keuntungan lebih dari 3 persen. Akan tetapi, yang dilakukan para trader itu bersifat spekulatif.

Meskipun begitu, apabila kamu ingin mencobanya, kamu harus berhati-hati ya!

6. Lakukan diversifikasi saham

Untuk meminimalkan kerugian, kamu bisa melakukan diversifikasi saham. Diversifikasi dilakukan tidak hanya untuk mengatur portofolio saham aja lho.

Andaikata kamu membeli saham perusahaan konstruksi dalam jumlah besar. Pada momen tertentu, ternyata sentimen buruk melanda industri tersebut hingga harga saham perusahaan yang kamu miliki langsung terjun bebas yang menyebabkan kerugian pada portofolio saham sebesar 50 persen.

GABUNG BERSAMA KAMI Dapatkan Beragam Informasi Terkini dari kami radea.co. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *